Perlu Pengembangan "Growth Mindset" Murid dan Guru untuk Peningkatan Hasil PISA
Sumber foto: Ilustrator Wardah Faz/Dengan bantuan AI
DPN berpandangan bahwa hasil PISA 2025 dapat menjadi katalisator peningkatan skor PISA di masa mendatang dengan memperkuat implementasi kebijakan Pembelajaran Mendalam.
Jakarta - Dewan Pendidikan Nasional (DPN) Pendidikan Dasar dan Menengah menyoroti laporan hasil PISA 2025 dengan merefleksikan pentingnya pengembangan growth mindset bagi murid dan guru secara komperehensif. DPN berpandangan bahwa hasil PISA 2025 dapat menjadi katalisator peningkatan hasil PISA di masa mendatang dengan memperkuat implementasi kebijakan Pembelajaran Mendalam.
“Banyak cerita positif di balik hasil PISA 2025 yang dapat menjadi katalisator untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era Pembelajaran Mendalam. Skor sudah diketahui tapi kita harus bergerak beyond score kuantitatif. Banyak nilai-nilai positif anak Indonesia dan pentingnya menyiapkan diri untuk meningkatkan growth mindset murid Indonesia menghadapi PISA 2029,” jelas Ketua Dewan Pendidikan Nasional, Suyanto.
Pada 8 September 2026, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) merilis hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025, yang diikuti 91 negara/ekonomi dan melibatkan lebih dari 760 ribu murid sampel di seluruh dunia. Dalam artikel yang diterbitkan Harian Media Indonesia (10/9/2026), Suyanto menyebutkan PISA 2025 mencatat baru 30 persen murid Indonesia memiliki growth mindset, bandingkan dengan 69 persen rata-rata OECD.
Fakta di Indonesia, murid dengan growth mindset memperoleh skor sains sekitar 17 poin lebih tinggi daripada murid dengan fixed mindset setelah memperhitungkan latar belakang sosial-ekonomi murid dan sekolah. Dukungan guru juga menggembirakan, 82 persen murid menyatakan guru sains menunjukkan perhatian terhadap pembelajaran setiap murid, 85 persen mengatakan guru terus mengajar sampai murid memahami, dan 80 persen murid memperoleh bantuan tambahan saat membutuhkannya.
Menurut Suyanto, Pembelajaran Mendalam dapat menjadi jembatan untuk mengubah rasa ingin tahu menjadi kemampuan menyelidiki, ketekunan menjadi kemampuan memecahkan masalah, dukungan guru menjadi kemandirian belajar, dan refleksi menjadi kesadaran untuk terus bertumbuh kembang. Prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan harus hadir dalam pengalaman memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
Untuk itu, DPN mendorong Kemendikdasmen untuk memperkuat implementasi kebijakan Pembelajaran Mendalam agar bisa mempersiapkan murid-murid Indonesia menghadapi PISA 2029. Konsekuensinya, guru-guru yang mengajar di kelas harus mendapatkan pelatihan dan pendampingan yang lebih baik demi capaian pembelajaran yang berkualitas tinggi.
Tulisan lebih lengkap baca opini berjudul “Hasil PISA: Growth Mindset dan Peran Deep Learning”
Informasi Artikel
- Kategori
- Berita
- Tanggal Terbit
- 12 Sep 2026
- Penerbit
- Dewan Pendidikan Nasional
Bagikan